Temuan PBB: Prajurit TNI Diduga Tewas Akibat Serangan Tank Israel

Bagikan

NEW YORK – Hasil investigasi sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap dugaan bahwa prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon disebabkan oleh tembakan tank militer Israel. Temuan ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan sumber PBB, proyektil yang meledak di posisi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di wilayah Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan, diduga berasal dari tembakan tank. Bahkan, puing-puing peluru tank ditemukan di lokasi kejadian, memperkuat dugaan tersebut.

Insiden itu terjadi pada Ahad (29/3/2026) malam waktu setempat saat pasukan UNIFIL, termasuk prajurit TNI, sedang menjalankan tugas pengamanan. Salah satu korban adalah Praka Farizal Romadhon, anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S.

Pihak TNI menyatakan bahwa korban gugur akibat serangan artileri yang menghantam area markas pasukan di Lebanon Selatan. Jenazah korban saat ini disemayamkan di markas sektor timur UNIFIL sambil menunggu proses administrasi pemulangan ke Indonesia dengan bantuan Kedutaan Besar RI di Beirut.

Meski demikian, penyelidikan masih berlangsung dan belum menghasilkan kesimpulan final. PBB melalui UNIFIL terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Di sisi lain, meningkatnya intensitas konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan disebut menjadi latar belakang situasi berbahaya yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian, termasuk TNI.

Pemerintah Indonesia sendiri mengecam keras insiden ini dan mendorong investigasi menyeluruh. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip perlindungan personel misi PBB.

Peristiwa ini menambah daftar korban dalam konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah, sekaligus menjadi sorotan dunia terhadap keselamatan pasukan perdamaian internasional.(Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *