Indonesia Kecam Israel: Andi Angga Prasadewa dalam Misi Kemanusiaan yang Ditahan

Jakarta – Nama Andi Angga Prasadewa menjadi sorotan setelah pemerintah Indonesia mengonfirmasi dirinya berada dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission yang dicegat militer Israel di perairan internasional menuju Jalur Gaza.

Andi Angga Prasadewa diketahui merupakan warga asal Palopo, Sulawesi Selatan, yang tergabung sebagai delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama Rumah Zakat dalam misi kemanusiaan internasional untuk Palestina.

Sebelum aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, Andi Angga Prasadewa dikenal sebagai alumni Pesantren IMMIM Putra Makassar. Keterlibatannya dalam misi flotilla Gaza disebut sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap warga Palestina yang hingga kini masih menghadapi blokade dan krisis berkepanjangan.

Salah satu Alumni Pesantren IMMIM Putra Makassar, Surya Mardani, turut menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Ia meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar Andi Angga Prasadewa dan seluruh relawan kemanusiaan yang berada dalam armada flotilla diberikan keselamatan serta segera dibebaskan.

“Kami meminta doa dari seluruh masyarakat agar saudara kami Andi Angga Prasadewa selalu dalam lindungan Allah SWT dan dapat segera kembali dengan selamat,” ujar Surya Mardani.

Kapal Josef yang membawa Andi bersama sejumlah relawan internasional dilaporkan termasuk dalam rombongan kapal yang dicegat oleh militer Israel di kawasan timur Laut Mediterania pada Senin waktu setempat.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, mengecam keras tindakan pencegatan tersebut dan mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak serta kapal misi kemanusiaan yang ditahan.

Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan,” kata Yvonne dalam keterangan resminya.

Selain memantau kondisi Andi Angga Prasadewa, pemerintah Indonesia juga masih melakukan komunikasi intensif untuk memastikan keselamatan WNI lain dan sejumlah jurnalis Indonesia yang berada dalam armada kemanusiaan tersebut.

Kemlu RI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan guna memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI yang terdampak insiden tersebut.

Indonesia juga menyerukan agar Israel tetap membuka akses penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina sesuai prinsip hukum humaniter internasional. ( Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *