Jakarta – Politisi Partai NasDem yang juga Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mengkritik mentalitas kerja sebagian aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai masih berorientasi pada kehadiran, bukan pada kinerja dan hasil kerja.
Menurut Rifqinizamy, masih terdapat pola kerja ASN yang sebatas datang ke kantor untuk melakukan absensi, kemudian meninggalkan tempat kerja, menghabiskan waktu di luar kantor, dan kembali hanya untuk melakukan absensi pada sore hari.
Ia menilai pola kerja seperti itu sudah tidak lagi relevan dengan semangat reformasi birokrasi yang mengedepankan profesionalisme, produktivitas, dan pelayanan publik yang berkualitas.
“Jangan sampai ASN hanya datang untuk absen, kemudian pulang atau menghabiskan waktu di luar, lalu kembali hanya untuk absen sore. Pola seperti itu harus diubah,” tegas Rifqinizamy.
Menurutnya, ukuran keberhasilan ASN tidak lagi dapat dilihat hanya dari tingkat kehadiran di kantor, melainkan harus diukur berdasarkan capaian kinerja, produktivitas, serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Rifqinizamy menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus dibarengi dengan perubahan budaya kerja aparatur. Pemerintah, menurutnya, perlu membangun sistem yang mendorong ASN bekerja secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga menilai evaluasi terhadap ASN harus dilakukan secara objektif berdasarkan kinerja nyata, bukan sekadar administrasi kehadiran. Dengan demikian, setiap aparatur dituntut memberikan kontribusi yang berdampak terhadap peningkatan pelayanan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas aparatur sipil negara. Menurut Rifqinizamy, masyarakat membutuhkan ASN yang responsif, produktif, dan benar-benar hadir untuk melayani kepentingan publik, bukan hanya memenuhi kewajiban absensi.
Ia berharap seluruh instansi pemerintah menjadikan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama sehingga reformasi birokrasi tidak berhenti pada perubahan aturan, tetapi juga melahirkan budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada hasil. (Tim/FX)