Makassar – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan memimpin aksi demonstrasi sebagai bentuk keberatan terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang menyinggung isu internal partai, khususnya terkait narasi penggabungan (merger) NasDem dengan partai lain.
Dalam aksi tersebut, para kader menegaskan bahwa Partai NasDem bukanlah entitas bisnis atau perusahaan yang dapat diakuisisi atau digabungkan begitu saja. Mereka menolak keras istilah “merger” yang digunakan dalam pemberitaan, dan menilai narasi tersebut tidak tepat dalam konteks politik.
Pihak NasDem menilai bahwa istilah yang lebih sesuai dalam dunia politik adalah kerja sama atau pembentukan blok politik, bukan penggabungan seperti dalam dunia korporasi. Hal ini juga sejalan dengan penegasan elite NasDem di tingkat pusat bahwa gagasan yang disampaikan Ketua Umum Surya Paloh lebih mengarah pada political bloc (blok politik), bukan merger ataupun fusi partai.
Dalam orasi aksi, para kader juga menyampaikan bahwa pemberitaan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik serta merugikan citra partai dan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Mereka meminta media terkait untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan istilah politik agar tidak menimbulkan tafsir yang keliru.
Aksi di Sulawesi Selatan ini menambah daftar protes kader NasDem di berbagai daerah yang sebelumnya juga melakukan aksi serupa di Jakarta, Medan, Jombang, dan sejumlah wilayah lain, sebagai respons terhadap polemik pemberitaan yang sama.
Hingga kini, polemik antara NasDem dan media tersebut masih menjadi perhatian publik, terutama terkait batas penggunaan istilah politik dan etika dalam pemberitaan. (Tim/FX)