Ternate – Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, memberikan dukungan terhadap pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda melalui kegiatan lomba pentas bernyanyi yang diselenggarakan Komunitas Maluku Utara Vokalis Indonesia (MUVI), Minggu (13/9/2026).
Kegiatan bertajuk “MUVI Season Kids 4: Menaklukkan Dunia” tersebut berlangsung di Jatiland Mall Kota Ternate dan diikuti para pelajar tingkat sekolah dasar. Dalam kesempatan itu, Nurlaela hadir memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada 16 finalis kategori anak yang tampil dalam ajang tersebut.
Nurlaela juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus MUVI dan panitia yang telah menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, khususnya di bidang olah vokal dan seni bernyanyi.
Menurutnya, Kota Ternate memiliki banyak anak dan generasi muda yang memiliki potensi di bidang seni dan vokal. Karena itu, keberadaan komunitas maupun kegiatan kreatif seperti yang digelar MUVI dinilai penting sebagai wadah untuk menyalurkan sekaligus mengembangkan potensi tersebut.
“Saya apresiasi kepada pengurus MUVI dan panitia acara. Saya juga bersyukur bisa bersama-sama mengajak kami sebagai perwakilan masyarakat untuk berkolaborasi dalam mendukung bakat dan minat generasi muda,” ujar Nurlaela.
“Menurut saya, generasi Ternate memiliki banyak bakat dalam bidang vokal dan bernyanyi. Melalui ajang yang digelar Komunitas MUVI inilah bakat-bakat tersebut dapat tersalurkan,” sambungnya.
Kehadiran Nurlaela dalam kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari agenda reses DPRD Kota Ternate dalam rangka menjaring dan menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
Sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Ternate, Nurlaela mengatakan agenda reses tidak hanya dimanfaatkan untuk menerima aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan edukasi mengenai berbagai regulasi daerah yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Dalam reses kali ini, ia turut menyampaikan edukasi mengenai dua peraturan daerah, yakni Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 7 Tahun 2023 tentang Gerakan Literasi serta Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (P4GN).
“Tugas kami di DPRD selain menerima aspirasi masyarakat, juga melaksanakan sosialisasi terhadap amanah regulasi. Karena itu, menurut saya penting dalam agenda reses kali ini untuk memberikan edukasi mengenai dua perda, yaitu Perda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Gerakan Literasi dan Perda Kota Ternate Nomor 11 Tahun 2017 tentang P4GN,” jelasnya.
Nurlaela menilai kedua regulasi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kualitas generasi muda di Kota Ternate. Menurutnya, gerakan literasi perlu terus diperkuat di tengah masih rendahnya minat baca dan budaya literasi masyarakat.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.
“Bagi saya, ini menjadi catatan serius. Sebagus apa pun perda yang telah ditetapkan, tanpa diikuti dengan upaya edukasi, sosialisasi, serta karya dan kerja nyata, tidak akan berbanding lurus dengan kondisi faktual di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan, upaya membangun generasi muda tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama melalui kegiatan yang mampu memberikan ruang bagi kreativitas sekaligus edukasi.
Karena itu, meskipun pelaksanaan agenda reses masih menghadapi keterbatasan anggaran, Nurlaela mengatakan pihaknya tetap berkomitmen menjalankan agenda tersebut sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Walaupun anggaran reses belum cair dan kami memiliki keterbatasan, karena sudah masuk waktunya, kami tetap melaksanakan kegiatan. Kami ingin terus memberikan dukungan dan edukasi kepada generasi muda agar menjadi generasi yang literat dan mampu menghindari bahaya narkoba,” pungkasnya. (Tim/FX)