Maluku Utara –Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku Utara mengalokasikan dana hibah sebesar Rp17,25 miliar pada Tahun Anggaran 2026. Dari total tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Utara menjadi penerima dengan porsi anggaran paling besar.
Berdasarkan dokumen resmi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI), KONI Maluku Utara menerima hibah sebesar Rp11,8 miliar atau sekitar 68 persen dari total anggaran hibah Dispora. Jumlah ini jauh melampaui alokasi untuk organisasi olahraga lainnya seperti KORMI Maluku Utara yang memperoleh Rp1 miliar, NPCI Ternate Selatan sebesar Rp950 juta, serta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku Utara yang mendapatkan Rp3,5 miliar.
Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), besarnya alokasi anggaran kepada KONI dinilai sejalan dengan perannya sebagai penggerak utama olahraga prestasi, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyediaan sarana dan prasarana.
Sorotan utama dalam penyaluran anggaran ini adalah pencairan tahap pertama dana hibah untuk KONI Maluku Utara yang telah dilakukan hari ini. Cairnya anggaran awal tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat program persiapan atlet, terutama menjelang agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 8 Juni 2026.
Dengan waktu yang semakin dekat, dukungan anggaran yang mulai direalisasikan ini diharapkan mampu mendorong KONI Maluku Utara untuk segera mengoptimalkan program prioritas, termasuk pemusatan latihan dan peningkatan performa atlet agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Di sisi lain, besarnya alokasi anggaran ini juga memunculkan perhatian publik terkait transparansi dan efektivitas penggunaannya. Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan bahwa dana hibah tersebut digunakan secara tepat sasaran, akuntabel, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan prestasi olahraga di Maluku Utara. (Tim/FX)