Ternate – Ketua SSB Mentari Timur sekaligus perwakilan orang tua pemain, Rajak Idrus, mengecam penghinaan terhadap anak-anak binaan SSB Mentari Timur yang terjadi di salah satu grup WhatsApp milik SSB Milanisti JR usai pertandingan Weekend League Football Tournament U-15, Minggu (26/5/2026).
Penghinaan tersebut diduga terjadi saat pertandingan berlangsung atau beberapa saat setelah pertandingan selesai. Dalam laga yang digelar di Lapangan Gambesi, Kota Ternate itu, SSB Mentari Timur berhasil mengalahkan SSB Milanisti JR dengan skor 3-1.
Menurut Rajak Idrus, grup WhatsApp tersebut mulai ramai sekitar pukul 13.14 WIT setelah muncul komentar yang menyebut supporter SSB Mentari Timur sebagai “supporter bayaran”. Situasi kemudian memanas sekitar pukul 13.34 WIT setelah muncul voice note berisi hinaan terhadap anak-anak binaan SSB Mentari Timur sambil disertai gelak tawa.
Dalam voice note tersebut terdengar kalimat seperti “tidak ada otak” hingga “otak kambing” yang diarahkan kepada anak-anak pemain SSB Mentari Timur.
“Kami sangat menyayangkan ucapan seperti itu terhadap anak-anak usia dini. Mereka datang bermain sepak bola untuk belajar disiplin, sportivitas, dan membangun karakter, bukan untuk dihina,” tegas Rajak Idrus.
Ia mengatakan, sebagai ketua SSB sekaligus mewakili para orang tua pemain, pihaknya meminta oknum yang menyampaikan penghinaan tersebut agar segera meminta maaf secara terbuka dalam waktu 1×24 jam setelah berita ini di muat.
“Kami memberikan kesempatan untuk meminta maaf secara terbuka dalam waktu 1×24 jam. Jika tidak ada itikad baik, maka kami akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Rajak Idrus juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga etika dan sportivitas dalam pembinaan sepak bola usia dini sehingga kompetisi tetap menjadi ruang positif bagi perkembangan mental dan karakter anak-anak di Kota Ternate. (Tim/FX)