Semarak JKPI XII, Pasar Malam Indonesia Hadirkan Warna-Warni Budaya Nusantara di Benteng Oranje

Ternate – Suasana Benteng Oranje, Kota Ternate, semakin semarak pada rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Kamis malam (27/8/2026).

Mengusung konsep Pasar Malam Indonesia, Pentas Budaya dan Festival Gastronomi, kawasan bersejarah tersebut berubah menjadi ruang pertemuan berbagai budaya Nusantara. Delegasi dan masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga diajak menikmati kekayaan tradisi dari berbagai daerah yang hadir dalam agenda JKPI.

Sejumlah kegiatan mengisi kawasan Benteng Oranje, mulai dari permainan tradisional, workshop wellness, pemutaran film lokal, penampilan maestro musik, seni tari hingga band lokal.

Suasana semakin menarik dengan hadirnya berbagai stand peserta dari sejumlah daerah. Masing-masing menampilkan identitas budaya daerahnya, mulai dari makanan khas, kain tradisional, kerajinan, atribut budaya hingga berbagai produk unggulan daerah.

Di sisi lain, panggung utama menjadi tempat bertemunya berbagai ekspresi seni. Penampilan khas dari daerah masing-masing peserta membuat suasana Benteng Oranje terasa seperti sebuah miniatur Indonesia yang mempertemukan beragam tradisi dalam satu ruang.

Masyarakat Ternate yang datang juga terlihat menikmati suasana pasar malam tersebut. Selain menyaksikan pertunjukan, pengunjung dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah lain yang selama ini mungkin hanya mereka lihat melalui media.

Salah satu pengunjung, Fahmi, menilai konsep Pasar Malam Indonesia menjadi salah satu bagian menarik dari rangkaian JKPI XII karena masyarakat dapat menikmati banyak kebudayaan dalam satu tempat.

“Menurut saya ini menarik sekali. Kita tidak perlu pergi ke banyak daerah untuk melihat budaya Indonesia. Di sini kita bisa melihat makanan khas, kain, kesenian dan atribut dari berbagai daerah dalam satu tempat,” ujar Fahmi.

Menurutnya, kegiatan seperti ini juga memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk berinteraksi langsung dengan para peserta dari berbagai daerah.

“Bukan hanya hiburan, tetapi kita juga bisa belajar. Apalagi anak-anak muda bisa melihat langsung bahwa Indonesia punya budaya yang sangat beragam. Semoga kegiatan seperti ini bukan hanya ada saat JKPI, tetapi bisa terus dikembangkan,” katanya.

Keberadaan stand-stand daerah juga memberikan warna tersendiri. Produk budaya tidak hanya dipajang, tetapi menjadi sarana interaksi antara pengunjung dengan peserta dari daerah lain.

Agenda tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan berskala nasional dapat mempertemukan budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif dalam satu ruang.

Bagi Ternate, Pasar Malam Indonesia di Benteng Oranje tidak hanya menjadi panggung hiburan malam. Kawasan pusaka tersebut kembali berfungsi sebagai ruang publik yang mempertemukan masyarakat, wisatawan dan delegasi dalam suasana budaya Nusantara.

Rangkaian kegiatan di Benteng Oranje masih akan berlanjut dengan berbagai agenda seni dan budaya hingga rangkaian JKPI XII berakhir.

Melalui kegiatan tersebut, Ternate tidak hanya menjadi tuan rumah Rakernas JKPI, tetapi juga menghadirkan sebuah ruang yang memperlihatkan bahwa warisan budaya dapat menjadi jembatan pertemuan masyarakat sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *