Morotai – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut Bendung Sangowo Barat di Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, jebol dan memicu desakan masyarakat agar aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.
BWS menegaskan bahwa kondisi yang terjadi di lapangan bukan merupakan kerusakan pada struktur utama bendung, melainkan erosi pada tanggul tanah di sisi kiri bendung akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut selama sekitar tujuh hari terakhir.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa 1, Muchlis Masud, mengatakan pihaknya tidak tinggal diam setelah menerima laporan tersebut. Tim BWS Maluku Utara bersama PT PP selaku penyedia jasa langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.
“Hasil inventarisasi dan identifikasi di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi pada tanggul tanah sisi kiri bendung sepanjang kurang lebih 20 meter akibat limpasan air yang dipicu curah hujan tinggi. Kami segera mengambil langkah penanganan agar kondisi tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut Muchlis, perbaikan akan difokuskan pada pemulihan timbunan tanah yang tergerus sekaligus pemasangan geobag sebagai pengamanan sementara guna mengantisipasi banjir susulan apabila intensitas hujan kembali meningkat.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan Bendung Sangowo Barat saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan, sehingga seluruh proses perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
“PT PP selaku penyedia jasa telah berkomitmen menyelesaikan perbaikan sesuai tanggung jawab kontrak. BWS juga terus melakukan pengawasan agar penanganan dapat berlangsung cepat dan optimal,” katanya.
Hingga saat ini, progres penanganan telah dimulai dengan pekerjaan pembersihan lokasi, pengukuran area terdampak, serta mobilisasi alat berat. Sebuah excavator telah berada di lokasi dan langsung digunakan untuk melakukan pekerjaan pembersihan serta perbaikan tanggul.
Menanggapi adanya tuntutan warga terkait kerusakan lahan dan tanaman, BWS menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan akan melakukan pendataan serta koordinasi sesuai mekanisme yang berlaku. Setiap laporan akan diverifikasi di lapangan sehingga penyelesaiannya dilakukan secara objektif dan berdasarkan ketentuan yang ada.
BWS Maluku Utara juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa telah terjadi kegagalan konstruksi sebelum dilakukan evaluasi teknis secara menyeluruh. Institusi tersebut menegaskan komitmennya untuk memastikan Bendung Sangowo Barat tetap berfungsi dengan baik serta melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di kemudian hari. (Tim/FX)