Ternate – Gerakan literasi di Kota Ternate terus mendapat dukungan. Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara mengunjungi Cabu Literasi Rempah yang berada di kawasan Benteng Oranje, Ternate, Rabu (19/8), sekaligus menyerahkan bantuan buku karya sastrawan dan penulis lokal asal Maluku Utara.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi, pelestarian bahasa daerah, penguasaan bahasa asing, serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik di kalangan generasi muda.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, hadir bersama Kepala Subbagian Umum Nurul Istiqamallah dan jajaran. Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua Bapemperda DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif.
Nukman mengapresiasi keberadaan Cabu Literasi Rempah yang digerakkan oleh anak-anak muda Ternate. Menurutnya, keberadaan ruang literasi di kawasan cagar budaya Benteng Oranje memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya gagasan dan kreativitas generasi muda.
“Kami apresiasi ada anak muda Ternate dengan semangat ilmu dan pendidikan yang didapat, untuk mendedikasikan waktu dan gagasannya bagi gerakan literasi di cagar budaya Benteng Oranje,” ujar Nukman.
Ia mengatakan, gerakan literasi membutuhkan konsistensi dan pengelolaan yang baik agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, Cabu Literasi Rempah didorong untuk melakukan pendataan secara tertib, mulai dari program kegiatan, jumlah kunjungan hingga minat buku yang dibaca masyarakat.
Menurut Nukman, pengelolaan data tersebut penting untuk membangun manajemen perpustakaan masyarakat yang lebih profesional sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menentukan program literasi ke depan.
“Pada prinsipnya kami akan memberikan dukungan berupa bantuan program produktif dan kolaboratif. Pastikan setiap pengunjung yang datang membaca buku dibuat manajemen data perpustakaan masyarakat yang baik,” katanya.
Inisiator Cabu Literasi Rempah, Erita Fitrana, menyambut baik kunjungan sekaligus dukungan dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Ia menilai dukungan tersebut menjadi energi positif bagi komunitas untuk terus mengembangkan gerakan literasi di Benteng Oranje.
Erita menegaskan, Cabu Literasi Rempah siap bersinergi dengan berbagai program Balai Bahasa, khususnya dalam pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, komunitas tersebut memiliki sumber daya manusia yang menguasai bahasa asing maupun bahasa ibu, termasuk bahasa Ternate.
“Kami siap bersinergi dengan program dan kegiatan Kantor Bahasa Malut. Di Cabu Literasi Rempah memiliki SDM berbahasa asing dan bahasa ibu atau bahasa Ternate dengan baik untuk melakukan pelestarian bahasa,” ujar Erita.
Tak hanya berfokus pada aktivitas di Benteng Oranje, Cabu Literasi Rempah juga akan memperluas gerakannya melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang baru bagi para siswa untuk membaca buku dalam suasana yang lebih santai, terbuka dan menyenangkan. Dengan begitu, literasi tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang formal dan membosankan, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari generasi muda.
Erita berharap Cabu Literasi Rempah dapat menjadi salah satu pilihan bagi anak-anak dan remaja Ternate untuk menghabiskan waktu secara positif. Aktivitas berkumpul dan nongkrong diharapkan tetap dapat diisi dengan kegiatan membaca dan memperoleh pengetahuan baru.
“Cabu Literasi Rempah semoga menjadi alternatif bagi anak dan remaja di Kota Ternate. Saat nongkrong, mereka tetap bisa mendapatkan imun literasi melalui bacaan buku yang bermanfaat bagi generasi Kota Ternate,” tutup Erita.
Dukungan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Nurlaela Syarif, diharapkan semakin memperkuat keberadaan Cabu Literasi Rempah sebagai ruang literasi sekaligus ruang kebudayaan bagi generasi muda di kawasan bersejarah Benteng Oranje. (Tim/FX)