NasDem Kalbar Bantah Pemberitaan Tempo, Tegaskan Konsep ‘Political Bloc’ Bukan Merger Partai

Bagikan

Kalimantan Barat – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalimantan Barat menegaskan bahwa pemberitaan Majalah Tempo terkait isu penggabungan partai tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan oleh Ketua Umum Surya Paloh.

Dalam konferensi pers di Pontianak, perwakilan DPW NasDem Kalbar, Idris Maheru selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), menjelaskan bahwa isu yang berkembang bukanlah merger partai, melainkan konsep political bloc atau aliansi politik yang lebih kuat dan terstruktur antarpartai, tanpa menghilangkan identitas masing-masing partai.

Idris menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebut adanya wacana penggabungan partai dinilai keliru dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di publik serta keresahan di internal kader.

“Yang jelas itu tidak benar. Yang dimaksud Ketua Umum adalah political block, bukan merger partai,” tegas Idris dalam keterangannya.

Ia juga menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan bentuk kerja sama politik jangka panjang yang memungkinkan partai-partai tetap berdiri secara independen, namun memiliki kesepahaman strategis dalam berbagai tingkatan pemerintahan.

Lebih lanjut, Idris menilai bahwa gagasan merger partai sangat sulit diwujudkan karena adanya perbedaan ideologi, struktur organisasi, serta posisi politik masing-masing partai.

“Nah kalau merger itu sangat sulit diwujudkan. Ada faktor ideologis dan struktural. Jadi yang diusulkan adalah political bloc, bukan penggabungan partai,” ujarnya.

DPW NasDem Kalbar juga menyampaikan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem untuk langkah koordinasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan menempuh jalur Dewan Pers.

Selain itu, mereka meminta klarifikasi serta permintaan maaf dari pihak media terkait pemberitaan yang dinilai tidak sesuai konteks dan menimbulkan kegaduhan di internal partai.

Sikap tersebut merupakan respons resmi DPW NasDem Kalbar dalam merespons polemik pemberitaan yang berkembang di sejumlah media nasional dan daerah. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *