Trump Unggah dan Hapus Gambar AI Mirip Yesus, Tuai Sorotan Publik

DALLAS, TEXAS - AUGUST 06: Former U.S. President Donald Trump speaks at the Conservative Political Action Conference (CPAC) at the Hilton Anatole on August 06, 2022 in Dallas, Texas. CPAC began in 1974, and is a conference that brings together and hosts conservative organizations, activists, and world leaders in discussing current events and future political agendas. (Photo by Brandon Bell/Getty Images)

Bagikan

Washington, D.C. – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dengan kemiripan sosok Yesus Kristus.

Unggahan tersebut sempat beredar di media sosial sebelum akhirnya dihapus. Dalam gambar itu, Trump digambarkan dengan visual yang menyerupai figur religius, yang kemudian memicu beragam reaksi dari publik, terutama terkait sensitivitas keagamaan.

Tak hanya itu, Trump juga disebut-sebut menyampaikan pernyataan yang menyebut dirinya sebagai “dokter”, yang semakin menambah kontroversi di tengah masyarakat. Kombinasi antara visual AI dan pernyataan tersebut langsung menuai kritik serta perdebatan luas di ruang publik digital.

Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut tidak pantas karena menyentuh simbol keagamaan yang dianggap sakral oleh banyak kalangan. Kritik datang terutama dari kelompok yang menilai penggunaan citra religius untuk kepentingan personal atau politik dapat memicu polemik dan menyinggung perasaan umat beragama.

Di sisi lain, ada pula pihak yang melihat unggahan tersebut sebagai bentuk ekspresi atau satire dalam konteks kebebasan berekspresi di media sosial. Namun demikian, perdebatan tetap mengemuka, terutama terkait batas etika dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan.

Kasus ini kembali menyoroti bagaimana perkembangan teknologi AI memungkinkan siapa saja untuk menciptakan konten visual yang sangat realistis, tetapi di sisi lain juga membuka potensi penyalahgunaan, khususnya dalam isu-isu sensitif seperti agama dan identitas.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Trump terkait alasan penghapusan unggahan tersebut. Namun, insiden ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan dirinya di ruang publik digital. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *