Maluku Utara – Intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Maluku Utara dalam sepekan terakhir menyebabkan sejumlah daerah terdampak banjir. Kondisi cuaca ekstrem yang disertai angin kencang tersebut bahkan telah mendapat peringatan resmi dari BMKG agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Salah satu dampak dari cuaca ekstrem tersebut terjadi pada proyek pembangunan tanggul dan Bendung Sangowo di Kabupaten Pulau Morotai. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat dan memicu banjir yang berdampak pada sebagian infrastruktur bendung.
Mendapat laporan mengenai kondisi tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, M. Sale Talib, langsung memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), satuan kerja terkait, tim teknis, serta pihak kontraktor untuk segera turun ke lokasi guna melakukan peninjauan dan penanganan cepat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan limpasan air meluas hingga ke area perkebunan warga. Akibatnya, sedikitnya 17 pohon kelapa milik masyarakat mengalami kerusakan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa I, Muchlis Masud, mengatakan pihaknya bersama tim BWS Maluku Utara langsung melakukan identifikasi kerusakan serta menyusun langkah-langkah penanganan agar dampak yang terjadi tidak semakin meluas.
“Dari hasil inventarisasi dan identifikasi di lapangan, kerusakan terjadi pada tanggul tanah sisi kiri bendung dengan panjang sekitar 20 meter. Kami segera melakukan langkah-langkah perbaikan,” ujar Muchlis.
Menurutnya, perbaikan akan difokuskan pada area timbunan tanah di sisi kiri bendung yang mengalami kerusakan. Selain itu, tim juga akan memasang geobag sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.
Muchlis menegaskan bahwa pekerjaan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana, yakni PT PP. Karena itu, perusahaan telah berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses perbaikan sesuai dengan tanggung jawab yang telah ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.
“Tim BWS Maluku Utara telah turun ke lapangan bersama PT PP untuk melakukan penanganan. Penyedia jasa berkomitmen menyelesaikan perbaikan sehingga fungsi tanggul dapat kembali optimal,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan BWS Maluku Utara dan pihak kontraktor. Menurutnya, pembangunan Bendung Sangowo merupakan kebutuhan yang sangat dinantikan masyarakat karena memberikan perlindungan terhadap kawasan sekitar.
“Terima kasih kepada tim BWS yang bergerak cepat turun ke lokasi. Proyek ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kerusakan yang terjadi merupakan dampak cuaca ekstrem dan bencana alam akibat hujan yang terus-menerus, sehingga jangan sampai ada penilaian yang keliru terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan. Kami berharap proyek ini segera selesai karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses penanganan telah memasuki tahap awal berupa pembersihan lokasi dan pengukuran area yang terdampak. Alat berat jenis excavator juga telah berada di lokasi dan mulai digunakan untuk pekerjaan pembersihan serta perbaikan tanggul yang rusak.
BWS Maluku Utara berharap proses perbaikan dapat berjalan cepat dan tuntas sehingga fungsi Bendung Sangowo kembali optimal, risiko banjir dapat diminimalkan, serta aktivitas masyarakat di sekitar lokasi dapat kembali berjalan normal. (Tim/FX)