LPI Apresiasi Gerak Cepat BWS Salurkan 150 Ribu Liter Air untuk Petani Terdampak Kekeringan

Maluku Utara – Langkah cepat Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara dalam membantu petani yang terdampak kekeringan mendapat apresiasi dari Lembaga Pengawasan Independen (LPI) Maluku Utara. LPI menilai penyaluran air bagi lahan pertanian merupakan bentuk tindakan sosial nyata pemerintah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Koordinator LPI Maluku Utara, Rajak Idrus, mengatakan langkah BWS Maluku Utara patut diapresiasi karena dilakukan ketika masyarakat, khususnya petani di kawasan transmigrasi, tengah menghadapi ancaman kekeringan yang berdampak terhadap tanaman dan hasil pertanian.

“Ini program nyata BWS Maluku Utara. Program seperti ini harus kita dorong bersama karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Ketika petani membutuhkan air untuk menyelamatkan tanaman mereka, BWS hadir dan bergerak cepat,” ujar Rajak Idrus, Kamis (13/8/2026).

Menurut Rajak, tindakan tersebut tidak sekadar persoalan pendistribusian air, tetapi juga menunjukkan adanya kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat yang terdampak musim kemarau.

“Bagi kami di LPI, ini merupakan tindakan sosial yang nyata. Pemerintah hadir bukan hanya melalui program pembangunan, tetapi juga memberikan respons langsung ketika masyarakat menghadapi persoalan di lapangan,” katanya.

Rajak menilai langkah BWS Maluku Utara di bawah kepemimpinan Kepala BWS Saleh Talib tersebut layak mendapat dukungan. Ia berharap pola respons cepat seperti itu dapat terus dilakukan apabila masih terdapat wilayah lain yang mengalami kekurangan air akibat musim kemarau.

“Kami berharap langkah seperti ini terus diperkuat. Kalau ada masyarakat yang mengalami kesulitan air akibat kekeringan, maka pemerintah harus hadir dan mencari solusi. Ini yang kita harapkan,” tegasnya.

Sementara itu, BWS Maluku Utara melalui Satuan Tanggap Darurat bergerak menangani dampak kekeringan yang melanda kawasan pertanian di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

BWS Maluku Utara menyalurkan 150.000 liter air irigasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan persawahan yang terdampak kekeringan di Desa Lembah Asri dan Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan.

Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan titik prioritas sekaligus mengatur teknis pendistribusian agar bantuan air dapat diterima petani secara adil, merata, dan tepat sasaran.

Kepala BWS Maluku Utara, Saleh Talib, menjelaskan bahwa sumber air yang digunakan berasal dari sumur dalam dengan dukungan pompa diesel khusus.

“Pompa tersebut memiliki kapasitas hingga 36.000 liter per jam dan dioperasikan selama 48 jam,” kata Saleh.

Air kemudian dialirkan menggunakan selang dan pipa dengan jarak sekitar 30 meter menuju area persawahan. Kondisi topografi yang relatif datar turut memudahkan proses pengambilan dan penyaluran air ke lahan pertanian.

Saleh mengatakan pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman tanpa kendala berarti.

Dari target awal kebutuhan sebanyak 100.000 liter, realisasi penyaluran justru mencapai 150.000 liter air. Bantuan tersebut digunakan untuk menangani dampak kekeringan pada sekitar 80 petak sawah yang dikelola oleh sekitar 50 petani.

Menurutnya, penyaluran air tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi BWS Maluku Utara dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah di tengah ancaman cuaca ekstrem dan musim kemarau.

BWS Maluku Utara juga memastikan pemantauan ketersediaan air akan terus dilakukan bersama pemerintah desa setempat. Tim Tanggap Darurat disiagakan untuk melakukan penyaluran air susulan apabila kondisi di lapangan kembali membutuhkan bantuan.

Bagi LPI Maluku Utara, langkah tersebut menjadi contoh bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa cepat pemerintah merespons kebutuhan masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

“Yang paling penting adalah masyarakat merasakan kehadiran pemerintah. Dan dalam persoalan kekeringan ini, BWS sudah menunjukkan tindakan nyata,” tutup Rajak Idrus. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *