Loloda Kepulauan – Kepala SMP Islam Dagasuli, Nova Zacharsrias, berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap kondisi bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Nova mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 sekolah yang dipimpinnya telah memperoleh sejumlah bantuan pembangunan berupa laboratorium, perpustakaan, ruang UKS, ruang administrasi, serta fasilitas MCK. Namun, menurutnya, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah rehabilitasi ruang kelas yang menjadi sarana utama kegiatan belajar mengajar.
“Alhamdulillah pada tahun 2025 kami mendapat bantuan pembangunan laboratorium, perpustakaan, UKS, ruang administrasi, dan MCK. Tetapi yang paling vital sebenarnya adalah ruang kelas, karena sejak sekolah ini berdiri belum pernah mendapatkan rehabilitasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat empat ruang kelas dan satu musollah yang kondisinya sudah mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai kurang layak digunakan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama saat cuaca buruk melanda wilayah Loloda Kepulauan.

“Kami khawatir jika terjadi angin kencang, bangunan tersebut berpotensi roboh dan dapat membahayakan keselamatan siswa, guru, maupun staf sekolah,” katanya.
Nova menambahkan, SMP Islam Dagasuli merupakan satu-satunya SMP Islam yang berada di Loloda Kepulauan, yang berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Islam (YPI) Maluku Utara.
Yayasan tersebut dipimpin oleh Ketua YPI Maluku Utara, Taufik A. Assagaf, S.TP., M.M., sementara untuk tingkat cabang Halmahera Utara diketuai oleh Hj. Iswan Lolahi, S.Pd., M.Si.
Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus dengan mengalokasikan program rehabilitasi ruang kelas dan musollah demi menjamin keamanan serta kenyamanan proses belajar mengajar.
“Harapan kami pemerintah kabupaten dan provinsi dapat melihat langsung kondisi sekolah kami, sehingga kebutuhan rehabilitasi ruang kelas dan musollah bisa menjadi prioritas. Keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik harus menjadi perhatian bersama,” tambah Nova.
SMP Islam Dagasuli terus berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah Loloda Kepulauan meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. (Tim/FX)