Tamrin Budi Tegaskan Kemenangan Ardian Idhan Harus Jadi Momentum Persatuan Golkar Ternate

Ternate – Muhammad Tamrin Budi selaku Ketua Tim Pemenangan Ardian Idhan menegaskan bahwa kemenangan Ardian dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Golkar Kota Ternate harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan soliditas seluruh kader.

Menurut Tamrin, dinamika yang berlangsung selama Musda merupakan bagian dari proses demokrasi internal partai. Karena itu, seluruh perbedaan pilihan dan dukungan selama kontestasi harus disikapi secara dewasa demi menjaga keutuhan Partai Golkar di Kota Ternate.

Ia menilai, setelah seluruh tahapan Musda selesai, tidak ada lagi alasan bagi kader untuk terjebak dalam persaingan. Sebaliknya, seluruh elemen partai perlu kembali merapatkan barisan dan bekerja bersama untuk membesarkan Golkar.

Tamrin menegaskan, kemenangan Ardian Idhan bukan semata-mata kemenangan tim pemenangan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa Partai Golkar semakin solid, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menjawab harapan kader dan masyarakat.

Ia juga berharap kepemimpinan Ardian mampu menjadi ruang pemersatu bagi seluruh kader, baik yang mendukung maupun yang memiliki pilihan berbeda selama proses Musda berlangsung.

“Musda telah selesai. Sekarang saatnya kita kembali bersatu, menghilangkan sekat-sekat perbedaan, dan bekerja bersama untuk membesarkan Partai Golkar. Kepentingan partai harus berada di atas kepentingan kelompok maupun pribadi,” tegas Tamrin.

Menurutnya, kekuatan Golkar tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memenangkan kontestasi, tetapi juga oleh kemampuan seluruh kader menjaga kebersamaan setelah proses politik internal berakhir.

Tamrin optimistis, dengan semangat persatuan dan konsolidasi yang kuat, kepemimpinan Ardian Idhan dapat menjadi awal bagi penguatan organisasi, pembenahan struktur hingga tingkat bawah, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar di Kota Ternate.

Ia pun mengajak seluruh kader untuk menjadikan hasil Musda sebagai titik awal membangun kekuatan bersama, bukan memperpanjang perbedaan yang telah terjadi selama proses pemilihan.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita menjaga Golkar tetap satu barisan. Tidak boleh ada lagi sekat antara pendukung satu dengan lainnya. Semua kader memiliki tanggung jawab yang sama untuk membesarkan partai,” tutupnya. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *