Inovasi BP2RD: ‘Rabu Melayani Pojok Pajak’ Ubah Wajah Layanan Pajak di Ternate

Ternate – Langkah progresif ditunjukkan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Mochtar Hasyim, melalui inovasi pelayanan publik bertajuk “Rabu Melayani , Pojok Pajak”. Program ini dinilai sebagai terobosan nyata dalam mendekatkan layanan pajak kepada masyarakat, sekaligus menjawab tantangan mobilitas tinggi warga perkotaan.

Dari ruang kerjanya, Mochtar menegaskan bahwa konsep jemput bola bukan sekadar slogan, melainkan strategi konkret yang langsung menyentuh kebutuhan wajib pajak. Melalui skema Rabu Melayani , BP2RD menghadirkan pojok pajak di berbagai pusat aktivitas masyarakat, seperti Jatiland Mall, Pasar Higienis, hingga kafe populer seperti Cafeday.

“Inovasi ini adalah bentuk komitmen kami. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, bukan menunggu. Dengan pojok pajak, layanan jadi lebih dekat, cepat, dan mudah diakses,” ujar Mochtar dengan optimisme tinggi.

Program ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan penting secara langsung di lokasi strategis, mulai dari pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), konsultasi pajak daerah, hingga pelunasan berbagai kewajiban pajak lainnya. Pendekatan ini terbukti efektif menghapus hambatan klasik seperti keterbatasan waktu dan jarak.

Lebih dari sekadar layanan, program ini mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dan responsif. Di bawah arahan Mochtar, BP2RD Kota Ternate tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Hal ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, “Rabu Melayani Pojok Pajak” terus menunjukkan tren positif. Memasuki Mei 2026, peningkatan partisipasi masyarakat mulai terlihat signifikan, menandakan bahwa pendekatan humanis yang diusung mampu menjawab kebutuhan riil warga.

“Alhamdulillah, progres di lapangan terus bertambah. Antusiasme masyarakat meningkat. Ini bukti bahwa jika layanan dipermudah, masyarakat akan dengan sadar memenuhi kewajibannya,” ungkap Mochtar.

Kehadiran pojok pajak di ruang publik juga memberikan dampak luas, tidak hanya pada peningkatan penerimaan daerah, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat terhadap pajak, dari yang semula dianggap rumit menjadi lebih sederhana dan bersahabat.

Dengan inovasi ini, BP2RD Kota Ternate menunjukkan diri sebagai institusi yang mampu bertransformasi dan berinovasi di tengah tuntutan zaman. Program “Rabu Melayani Pojok Pajak” pun layak menjadi contoh praktik baik pelayanan publik yang efektif, modern, dan berorientasi pada masyarakat.

Di tangan kepemimpinan Mochtar Hasyim, wajah pelayanan pajak di Kota Ternate kini tampil lebih inklusif, humanis, dan berdampak nyata. Sebuah langkah maju yang tidak hanya mempermudah, tetapi juga menginspirasi. (Fahmi/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *