Halmahra selatan – Pelayanan publik di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, lumpuh selama hampir 10 bulan akibat kantor desa masih dipalang dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang menilai Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, terkesan membiarkan persoalan tersebut tanpa penyelesaian nyata.
Pemalangan kantor desa disebut bermula dari konflik internal terkait kebijakan pemerintahan desa, pembagian kewenangan, hingga dugaan persoalan pengelolaan keuangan desa. Perselisihan antara perangkat desa, BPD, dan sebagian masyarakat kemudian memuncak hingga berujung pada penutupan akses kantor desa.
Namun hingga kini, belum ada langkah konkret yang mampu mengakhiri konflik tersebut. Akibatnya, aktivitas pemerintahan desa praktis lumpuh.
Warga mengaku kesulitan mengurus berbagai kebutuhan administrasi, mulai dari surat keterangan, dokumen kependudukan, izin usaha, hingga pengurusan bantuan sosial. Tidak hanya itu, sejumlah program pembangunan desa yang telah direncanakan dalam APBDes 2026 juga ikut terhambat karena tidak adanya pusat koordinasi pemerintahan yang berjalan normal.
Situasi ini membuat masyarakat semakin geram. Mereka menilai pemerintah daerah gagal hadir menyelesaikan persoalan yang berdampak langsung terhadap hak dasar warga.
“Sudah berbulan-bulan masyarakat dirugikan, tetapi belum ada tindakan serius dari pemerintah daerah,” keluh salah satu warga.
Sorotan tajam juga datang dari tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat. Mereka menilai pembiaran terhadap pemalangan kantor desa selama hampir satu tahun merupakan bentuk lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap jalannya pemerintahan desa.
Padahal, pemerintah kabupaten memiliki kewajiban melakukan pembinaan dan penyelesaian sengketa pemerintahan desa agar pelayanan publik tetap berjalan.
Warga kini mendesak Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan segera turun tangan membuka ruang dialog dan mengambil langkah tegas agar kantor Desa Saketa kembali berfungsi normal. Mereka juga meminta pemerintah daerah menjamin persoalan serupa tidak kembali terjadi di desa lain di Halmahera Selatan. (Tim/FX)