Dikritik Tak Layak, Asrul Gailea Tegaskan Masjid Raya Shafful Khairaat Kebanggaan Maluku Utara

Maluku Utara – Polemik mengenai lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Utara akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Maluku Utara, Dr. Asrul Gailea, S.E., M.M., menegaskan bahwa anggapan yang menyebut arena MTQ berada di “basement” atau ruang bawah tanah merupakan persepsi yang tidak sesuai dengan fakta.

Pernyataan tersebut disampaikan Asrul Gailea kepada awak media di kompleks Masjid Raya Shafful Khairaat, Sofifi, Kamis (25/6/2026), sebagai respons atas kritik yang berkembang di ruang publik terkait lokasi penyelenggaraan MTQ.

Menurut Asrul, area yang digunakan sebagai arena utama MTQ berada di lantai satu Masjid Raya Shafful Khairaat, sebuah ruangan luas yang selama ini menjadi pusat berbagai aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan di Maluku Utara.

“Kalau disebut basement, itu keliru. Ruangan ini merupakan bagian utama dari bangunan masjid yang selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan, Islamic Center, seminar, hingga kegiatan organisasi kemasyarakatan. Ruangannya luas, nyaman, dan sangat layak untuk pelaksanaan MTQ,” tegasnya.

Asrul menjelaskan, Masjid Raya Shafful Khairaat merupakan salah satu masjid terbesar dan termegah yang dimiliki Maluku Utara. Selain memiliki kapasitas yang besar, masjid tersebut juga didukung fasilitas modern seperti eskalator dan tangga manual yang menghubungkan setiap lantai bangunan.

Ia menilai kritik yang menyebut lokasi MTQ tidak layak justru mengabaikan kondisi riil fasilitas yang tersedia. Menurutnya, penilaian terhadap suatu kegiatan semestinya dilakukan secara objektif dan berdasarkan fakta di lapangan.

“Masjid Raya Shafful Khairaat adalah kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Fasilitas yang tersedia sangat memadai. Karena itu, tidak tepat jika ada yang menggambarkan seolah-olah kegiatan MTQ dilaksanakan di tempat yang tidak layak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asrul mengingatkan bahwa esensi MTQ bukan hanya terletak pada aspek seremonial atau lokasi penyelenggaraan, tetapi pada upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an serta membangun generasi Qurani yang unggul.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ dan menjadikannya sebagai momentum memperkuat syiar Islam serta persatuan umat di Maluku Utara.

“Yang perlu menjadi perhatian bersama adalah bagaimana MTQ berjalan sukses, melahirkan qari dan qariah terbaik, serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Jangan sampai substansi besar kegiatan ini tertutupi oleh persepsi yang tidak sesuai dengan kenyataan,” katanya.

Masjid Raya Shafful Khairaat yang berdiri di pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara di Sofifi dikenal sebagai salah satu ikon keagamaan daerah. Masjid ini dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Maluku Utara almarhum Abdul Ghani Kasuba sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional (STQN) XXVI Tahun 2021. Sejak diresmikan, Masjid Raya Shafful Khairaat tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam, tetapi juga menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan, pembinaan umat, serta agenda berskala regional dan nasional yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.l. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *