Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara, Sherly, menyampaikan sejumlah pesan strategis dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Maluku Utara yang digelar di Hotel Bela Ternate.
Dalam kesempatan tersebut, Sherly terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, beserta jajaran yang hadir dalam forum tersebut.
Sherly menekankan pentingnya menjaga alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) agar tidak mengalami pengurangan. Menurutnya, DBH merupakan instrumen vital dalam mendukung percepatan pembangunan di Maluku Utara.
“DBH jangan sampai dipangkas, karena itu sangat dibutuhkan untuk pembangunan daerah,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan di Maluku Utara. Ia menyebut jumlah penduduk usia produktif cukup besar, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai, sehingga menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah.
Dalam sektor ekonomi, Sherly mendorong percepatan hilirisasi, khususnya pada komoditas nikel. Ia menilai pengembangan produk turunan seperti stainless steel perlu diperluas, mengingat tingginya permintaan pasar global, termasuk dari India berdasarkan hasil kunjungan luar negerinya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung proyek strategis nasional terkait pengembangan industri baterai yang saat ini tengah berjalan. Sherly berharap Maluku Utara tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga masuk dalam rantai industri hilir.
“Maluku Utara harus ikut dalam rantai downstreaming, tidak hanya menyuplai bahan mentah, tetapi juga menjadi daerah yang memproduksi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri serta penciptaan lapangan kerja melalui penguatan program hilirisasi sumber daya alam. (Tim/FX)