Ternate – Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Maluku Utara periode 2022–2026, Ir. Ramli Umanailo, M.M. mendorong agar Musyawarah Provinsi (Musprov) IV Percasi Maluku Utara Tahun 2026 berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menghasilkan kepengurusan baru yang mampu membawa olahraga catur di Maluku Utara semakin maju.
Ramli menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musprov IV Percasi Maluku Utara yang digelar di Hotel Ayu Lestari, Jumat (25/9/2026).
Menurut Ramli, Musprov bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh insan catur di Maluku Utara.
“Insya Allah musyawarah ini berjalan lancar. Para peserta semua secara kekeluargaan karena catur adalah kita dalam satu bingkai kekeluargaan,” kata Ramli kepada awak media.
Ia menegaskan, proses pemilihan Ketua Percasi Maluku Utara periode berikutnya akan diserahkan sepenuhnya melalui mekanisme musyawarah mufakat.
“Soal siapa yang dipilih, itu berdasarkan musyawarah mufakat. Saya berharap catur harus maju dan Maluku Utara harus bangkit,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan Ramli agar proses pergantian kepemimpinan di tubuh Percasi Maluku Utara tetap berjalan dengan semangat persatuan dan tidak mengganggu keberlanjutan pembinaan atlet.
Musprov IV Percasi Maluku Utara sendiri dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Maluku Utara. Dalam sambutannya, Sarbin menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian pengurus Percasi sebelumnya.
Sarbin juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dalam organisasi. Ia menyebut perbedaan sebagai bagian yang harus dikelola secara baik untuk mencapai tujuan bersama.
“Perbedaan itu rahmat bagi kita semua. Hilangkan perbedaan, mari kita semua mengurus organisasi ini dengan baik dan mengukir prestasi,” ujar Sarbin.
Sementara itu, Ketua Musprov, Aswir Hadi, menjelaskan terdapat dua agenda utama dalam Musprov IV, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya dan pemilihan ketua baru.
Menurut Aswir, terdapat empat calon yang telah terdaftar untuk mengikuti proses pemilihan. Nantinya, pemilihan dilakukan oleh keterwakilan dari sembilan kabupaten/kota yang memiliki mandat.
“Di kami sudah terdaftar empat orang calon. Nanti dipilih oleh keterwakilan sembilan kabupaten/kota yang mempunyai mandat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Pulau Taliabu tidak ikut serta dalam Musprov kali ini karena kepengurusan Percasi di daerah tersebut belum sempat dibentuk.
Musprov IV Percasi Maluku Utara diharapkan menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi, dengan tetap mempertahankan semangat kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perkembangan olahraga catur di Maluku Utara. (Tim/FX)