Ternate – Proses tender pembangunan Markas Komando (Mako) Satuan Brimob di Kota Ternate dengan nilai Rp11,4 miliar kini memasuki tahap masa sanggah, sebuah fase krusial yang menentukan apakah hasil lelang akan berlanjut ke kontrak atau justru dievaluasi ulang.
Tender yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku Utara ini bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu Rp11.417.603.360,00 dan HPS sebesar Rp11.417.603.300,00. Proyek tersebut menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur keamanan untuk mendukung operasional Korps Brigade Mobil di wilayah Maluku Utara.
Berdasarkan hasil evaluasi tender, perusahaan CV. Rajawali Timur ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp11.187.492.741,99. Nilai tersebut tidak mengalami perubahan pada tahap koreksi, sementara hasil negosiasi tercatat Rp11.187.492.742,07. Meski demikian, penetapan pemenang belum bersifat final karena masih terbuka ruang sanggahan dari peserta lain.
Masa sanggah merupakan periode yang diberikan kepada seluruh peserta tender untuk mengajukan keberatan secara resmi apabila terdapat dugaan ketidaksesuaian dalam proses evaluasi maupun penetapan pemenang. Pada tahap ini, peserta dapat menyoroti berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, kualifikasi teknis, hingga indikasi pelanggaran prosedur pengadaan.
Tahap ini sering disebut sebagai “filter terakhir” dalam proses tender karena menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji kembali hasil yang telah diumumkan. Jika terdapat sanggahan yang dinilai benar oleh panitia, maka proses tender dapat dibatalkan atau dilakukan evaluasi ulang. Sebaliknya, jika tidak ada sanggahan atau seluruhnya dinyatakan tidak terbukti, maka proses akan dilanjutkan ke penandatanganan kontrak.
Dengan nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah, masa sanggah menjadi momentum penting bagi publik untuk ikut mengawasi jalannya pengadaan. Transparansi pada tahap ini dinilai sangat menentukan kualitas hasil akhir, baik dari sisi pelaksanaan proyek maupun akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.
Pembangunan Mako Brimob sendiri merupakan proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kesiapan operasional aparat keamanan di Maluku Utara. Karena itu, seluruh tahapan pengadaan, termasuk masa sanggah, menjadi bagian penting yang tidak hanya menentukan pemenang tender, tetapi juga memastikan proyek berjalan sesuai prinsip transparansi, kompetitif, dan akuntabel. (Tim/FX)