Maluku Utara – Komitmen menghadirkan inovasi di bidang pendidikan dan pelestarian lingkungan terus ditunjukkan kalangan akademisi di Maluku Utara. Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Mujais Apling, S.Pd., M.Pd., tengah mengembangkan model literasi lingkungan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di lingkungan pendidikan kepolisian.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari penelitian disertasi yang sedang ditempuh Mujais Apling dalam Program Doktor (S3) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Untuk memperkuat penelitian tersebut, ia melakukan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Kapolda Maluku Utara di Sofifi, Senin (27/7).
Pertemuan itu menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian guna mendukung pengembangan pendidikan lingkungan berbasis teknologi di Provinsi Maluku Utara.
Penelitian yang diusung Mujais mengangkat judul “Pengembangan Model Literasi Lingkungan Berbasis Artificial Intelligence (AI) Melalui Media Edukasi SAPU LIDI di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara.”
Melalui penelitian tersebut, Mujais menghadirkan konsep pembelajaran yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membangun budaya peduli lingkungan secara lebih efektif. Model yang dikembangkan dirancang interaktif, adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, serta mampu meningkatkan pemahaman hingga perubahan perilaku terhadap isu-isu lingkungan.
Menurut Mujais, perkembangan teknologi AI memberikan peluang besar dalam menciptakan sistem pendidikan lingkungan yang lebih modern dan mudah diterapkan.
“Perkembangan teknologi Artificial Intelligence membuka peluang besar dalam menciptakan sistem edukasi lingkungan yang lebih interaktif, adaptif, dan efektif. Melalui media edukasi SAPU LIDI, penelitian ini diharapkan mampu menjadi model pembelajaran yang dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih terarah, meningkatkan literasi lingkungan secara menyeluruh, serta memperkuat budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan SPN Polda Maluku Utara,” ujarnya.
Ia menegaskan, penelitian yang dilakukan bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, tetapi diarahkan agar menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.
“Penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan model akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pelestarian lingkungan. Kami berharap kolaborasi dengan Polda Maluku Utara dapat memberikan manfaat luas bagi institusi, masyarakat, maupun pengembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
Gagasan yang dikembangkan Mujais mendapat apresiasi dari Kapolda Maluku Utara. Menurut Kapolda, kolaborasi antara perguruan tinggi dan kepolisian merupakan langkah strategis dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan lingkungan.
“Kami sangat menyambut baik langkah ini dan mengapresiasi kontribusi nyata dari perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan kepolisian sangat strategis untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat,” ujar Kapolda.
Penelitian disertasi yang dikembangkan Mujais Apling juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan berbasis Artificial Intelligence, model yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan lingkungan di berbagai lembaga pendidikan maupun instansi pemerintah di Indonesia.
Kolaborasi antara Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Universitas Negeri Semarang, dan Polda Maluku Utara diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan literasi lingkungan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam Maluku Utara bagi generasi mendatang. (Tim/FX)