Karhutla Dekati Permukiman, Wali Kota Ternate Turun Tangan Siapkan Layanan Kesehatan Darurat

Ternate – Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Sulamadaha dan Takome, Minggu (4/10/2026).

Kedatangan Wali Kota untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan cepat dan maksimal, sekaligus melihat langsung kondisi warga serta wilayah yang terdampak kepulan asap dan kobaran api.

Dalam peninjauan tersebut, Tauhid menyusuri sejumlah area hutan dan perkebunan milik warga di Kelurahan Sulamadaha yang terdampak cukup parah. Kebakaran diketahui telah berlangsung sejak Sabtu dan menyebabkan asap tebal menyelimuti sejumlah kawasan di sekitar lokasi.

Wali Kota didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait, di antaranya Direktur Utama PDAM Ake Gaale Ternate Firman Mudaffar Syah, Dewan Pengawas Perumda Ake Gaale Samin Marsaoly, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muslih Mohamad, Kepala Bappelitbangda Thamrin Marsaoly, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Naim Safar, Kepala Pelaksana BPBD Tonny S. Pontoh serta Camat Ternate Barat Hamid Muhammad.

Melihat kondisi di lapangan, terutama kepulan asap yang cukup tebal dan berpotensi mengganggu kesehatan warga, Wali Kota langsung mengeluarkan sejumlah langkah penanganan.

Salah satu instruksi utama diarahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Ternate agar segera membuka pelayanan kesehatan darurat di Kelurahan Sulamadaha. Pos pelayanan tersebut disiapkan untuk memberikan penanganan kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan maupun keluhan kesehatan lainnya akibat paparan asap kebakaran.

Selain persoalan kesehatan, keterbatasan pasokan air juga menjadi perhatian dalam proses pemadaman. Karena itu, Tauhid meminta BPBD berkoordinasi dengan PDAM Ake Gaale dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk menyiapkan bak penampungan air sementara di sekitar lokasi.

Pemkot Ternate kemudian menyiapkan empat titik bak penampungan air strategis yang akan diisi secara berkala oleh petugas. Keberadaan penampungan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilisasi air dan mempercepat upaya pemadaman di titik-titik yang masih terbakar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Ternate dalam mengendalikan karhutla sekaligus meminimalisasi dampaknya terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak.

Pemkot Ternate juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas berkepanjangan yang membuat kawasan hutan dan lahan lebih mudah terbakar.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, sehingga dapat ditangani sedini mungkin. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *