Ternate – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale Kota Ternate meluruskan pemberitaan mengenai puluhan rumah warga di wilayah Tubo yang disebut mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Perumda Ake Gaale menegaskan, kondisi yang terjadi di wilayah tersebut perlu dilihat secara utuh. Berdasarkan konfirmasi pihak Perumda Ake Gaale, wilayah Tubo yang dimaksud belum memiliki jaringan perpipaan distribusi air milik Perumda Ake Gaale.
Dengan demikian, kondisi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di wilayah tersebut bukan disebabkan oleh terhentinya atau terganggunya distribusi air Perumda kepada pelanggan di Tubo, melainkan karena kawasan tersebut memang hingga saat ini belum terjangkau jaringan distribusi Perumda.
Klarifikasi ini penting agar informasi yang beredar tidak menimbulkan persepsi bahwa Perumda Ake Gaale telah menghentikan pelayanan atau mengalami gangguan distribusi air kepada pelanggan di wilayah Tubo.
Perumda Ake Gaale pada prinsipnya terus melakukan upaya pengembangan pelayanan dan perluasan jaringan air minum di Kota Ternate.
Sebelumnya, Perumda Ake Gaale juga telah memperluas pelayanan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah yang sebelumnya belum memperoleh akses jaringan. Salah satunya di RT 9 Kelurahan Moya, yang baru diresmikan pada Agustus 2026 setelah warga di kawasan tersebut bertahun-tahun memenuhi kebutuhan air dari sumber lain.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan jaringan distribusi ke kawasan yang belum terlayani merupakan proses yang membutuhkan perencanaan, pembangunan infrastruktur, serta dukungan pembiayaan.
Karena itu, Perumda Ake Gaale mengharapkan pemberitaan mengenai persoalan air bersih di Kota Ternate dapat disampaikan secara proporsional dengan membedakan antara gangguan pelayanan terhadap pelanggan yang sudah terhubung jaringan dengan masyarakat yang berada di wilayah yang belum memiliki jaringan perpipaan Perumda.
Perumda Ake Gaale tetap berkomitmen meningkatkan cakupan pelayanan air minum secara bertahap, termasuk membuka peluang perluasan jaringan ke kawasan yang saat ini belum terjangkau pelayanan.
Di sisi lain, masyarakat yang berada di wilayah yang belum memiliki jaringan perpipaan juga diharapkan mendapatkan perhatian pemerintah daerah melalui skema penyediaan air bersih yang sesuai kebutuhan, terutama ketika terjadi kemarau berkepanjangan.
Dengan demikian, persoalan yang terjadi di Tubo bukan semata-mata persoalan distribusi Perumda yang terhenti, tetapi juga berkaitan dengan cakupan pelayanan dan ketersediaan jaringan perpipaan di wilayah tersebut. (Tim/FX)