Sutarmini Resmi Nahkodai Perbamida, Dorong BPR Jadi Lokomotif Ekonomi Rakyat

Ternate – Sosok Ibu Sutarmini, SE., MM. resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Milik Daerah (Perbamida) wilayah Maluku Utara, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara untuk masa bakti 2026–2031.

Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Perbamida yang digelar di Hotel Bela, Kota Ternate, Kamis–Jumat (14–15 Mei 2026), dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.

Kegiatan ini dihadiri peserta dari empat wilayah besar di Indonesia dan dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) serta seminar bertema “Sinergi Pemerintah Daerah dengan BPR/S Milik Daerah untuk Mengangkat Perekonomian Daerah.”

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan pentingnya keberadaan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebagai salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, BPR milik pemerintah daerah harus terus didorong agar mampu berkembang, sehat secara kelembagaan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk transformasi digital.

Sementara itu, terpilihnya Sutarmini melalui mekanisme musyawarah mufakat menjadi simbol kuat harapan baru bagi penguatan BPR milik pemerintah daerah di tengah tantangan ekonomi dan perubahan sistem layanan perbankan yang semakin modern.

Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai ketua, Sutarmini langsung menegaskan komitmennya membangun sinergi yang lebih erat antara BPR dan pemerintah daerah.

“Kita harus pahami bersama, BPR itu milik Pemerintah Daerah. Karena itu sinergi dengan eksekutif daerah bukan sekadar opsi, tapi keharusan,” tegasnya di hadapan peserta Muswil dan tamu undangan.

Menurutnya, BPR tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga keuangan biasa, tetapi harus menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah.

Karena itu, ia menilai dukungan kepala daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat eksistensi dan daya saing BPR ke depan.

Sutarmini juga mengapresiasi kehadiran dan dukungan Wali Kota Ternate yang turut meninjau langsung jalannya kegiatan Muswil dan Rakerwil Perbamida.

“Pak Wali Kota merespon sangat baik. Beliau sependapat bahwa kolaborasi dan peningkatan mutu pelayanan adalah kunci keberhasilan BPR,” ujarnya.

Ia bahkan berharap semangat penguatan BPR milik daerah dapat dibawa ke forum nasional para kepala daerah melalui Apeksi, sehingga seluruh pemerintah daerah memiliki visi yang sama dalam membangun BPR yang sehat dan modern.

Di bawah kepemimpinannya, Sutarmini juga menaruh perhatian besar terhadap tantangan digitalisasi yang kini dihadapi seluruh industri perbankan, termasuk BPR daerah.

Ia mengingatkan bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan penguatan sistem keamanan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

“Kita harus memastikan sistem digital itu aman. Jangan sampai kebobolan di BPR. Keamanan data dan transaksi nasabah adalah harga mati,” tandasnya.

Seminar hari pertama ditutup dengan diskusi interaktif mengenai regulasi, tata kelola risiko, peningkatan mutu pelayanan, hingga percepatan transformasi digital BPR milik daerah.

Di akhir kegiatan, Sutarmini mengajak seluruh pengurus dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama membawa BPR menjadi lembaga keuangan daerah yang sehat, profesional, modern, dan tetap berpihak kepada rakyat kecil.

“BPR harus tumbuh bersama masyarakat dan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di daerah,” pungkasnya. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *