Jakarta – Pemerintah Kota Ternate kembali menorehkan prestasi dalam pelaksanaan program perumahan. Atas keberhasilannya menjalankan program bedah rumah, Pemkot Ternate meraih Terbaik III kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam ajang Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara.
Prestasi tersebut sekaligus membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah Kota Ternate mendapatkan dukungan program 200 unit bedah rumah yang akan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan hunian layak.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Ternate, Tonny S. Pontoh, dalam kegiatan yang digelar di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi pemerintah daerah dalam mendukung percepatan Program Nasional 3 Juta Rumah, khususnya melalui pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
Kepala Disperkim Kota Ternate, Tonny S. Pontoh, mengatakan capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam menjalankan program perbaikan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, Kota Ternate berhasil meraih juara tiga untuk kategori program bedah rumah. Atas prestasi tersebut, kita mendapatkan program bantuan sebanyak 200 unit rumah layak huni,” kata Tonny, Jumat (18/9/2026).
Menurut Tonny, bantuan 200 unit bedah rumah tersebut rencananya akan disalurkan di delapan kecamatan yang berada di wilayah Kota Ternate.
Penerima bantuan akan diprioritaskan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki hunian layak maupun warga yang masih menempati rumah dengan kondisi yang belum memenuhi standar kelayakan.
“Bantuan 200 unit bedah rumah ini rencananya dialokasikan ke delapan kecamatan di Kota Ternate, dengan prioritas utama masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mendiami hunian layak,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memberikan dampak terhadap kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat. Hunian yang lebih layak dinilai penting dalam mendukung kesehatan, keselamatan, kenyamanan, serta keberlangsungan kehidupan keluarga.
Tonny menjelaskan, keberhasilan Ternate dalam pelaksanaan program perumahan tidak terlepas dari komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta Balai maupun Satuan Kerja (Satker) bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di daerah.
Kolaborasi tersebut dilakukan mulai dari proses pendataan calon penerima, pelaksanaan program hingga pengawasan penyaluran bantuan. Menurutnya, koordinasi lintas lembaga menjadi faktor penting agar program dapat berjalan efektif dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari komunikasi dan kolaborasi yang baik antara Pemkot Ternate, pemerintah pusat, serta Balai/Satker PKP di daerah,” kata Tonny.
Ia menambahkan, Pemkot Ternate akan terus mengawal pelaksanaan program bantuan tersebut sejak tahap penetapan penerima hingga proses pembangunan maupun perbaikan rumah selesai dilakukan.
Pengawasan juga akan dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi persyaratan serta mencegah terjadinya kesalahan sasaran.
Selain ketepatan penerima, pemerintah daerah juga akan memantau kualitas pelaksanaan pembangunan agar rumah yang diperbaiki benar-benar memenuhi aspek kelayakan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima.
“Pemkot Ternate berkomitmen untuk terus mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran demi meningkatkan mutu hidup warga,” tegas Tonny.
Tambahan bantuan 200 unit bedah rumah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Ternate dalam menangani persoalan rumah tidak layak huni sekaligus mendukung agenda nasional di bidang perumahan.
Dengan dukungan tersebut, pemerintah daerah berharap pelaksanaan program di delapan kecamatan dapat berjalan secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. (Tim/FX)