Sofifi – Penunjukan dr. Rosita Alkatiri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate menjadi momentum baru bagi penguatan pelayanan kesehatan di Maluku Utara. Kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Maluku Utara kepada dr. Rosita dinilai sebagai langkah tepat, mengingat pengalaman dan dedikasinya selama ini di lingkungan rumah sakit rujukan terbesar di daerah tersebut.
dr. Rosita dikenal sebagai sosok profesional yang memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola rumah sakit. Pengalamannya sebagai Wakil Direktur Pelayanan menjadi modal penting untuk melanjutkan berbagai program peningkatan mutu layanan, pembenahan sistem kerja, serta penguatan koordinasi antar tenaga medis dan pegawai.
Di sisi lain, kepemimpinan sebelumnya di bawah dr. Alwia Assagaf juga meninggalkan kontribusi penting bagi RSUD Chasan Boesoirie. Selama masa pengabdiannya, dr. Alwia dinilai telah bekerja keras menjaga stabilitas pelayanan rumah sakit di tengah tantangan sektor kesehatan yang terus berkembang. Dedikasi dan pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan kemajuan rumah sakit milik daerah tersebut.
Pergantian kepemimpinan ini dipandang sebagai proses estafet yang wajar dalam birokrasi pemerintahan. Apa yang telah dibangun oleh dr. Alwia menjadi fondasi berharga yang kini dapat dilanjutkan dan diperkuat oleh dr. Rosita. Dengan demikian, transisi kepemimpinan diharapkan berjalan mulus tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Masyarakat pun menaruh harapan besar kepada dr. Rosita untuk membawa RSUD Chasan Boesoirie semakin maju, modern, dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Dengan pengalaman yang dimiliki serta dukungan seluruh jajaran rumah sakit, ia diyakini mampu melanjutkan capaian positif yang telah dirintis sebelumnya.
Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa RSUD Chasan Boesoirie terus bergerak melalui kesinambungan kepemimpinan. Dedikasi dr. Alwia Assagaf dan semangat baru yang dibawa dr. Rosita Alkatiri menjadi kombinasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Maluku Utara. (Tim/FX)