Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut kas negara menipis hingga hanya tersisa Rp120 triliun dan cukup membiayai belanja pemerintah selama dua pekan.
Dalam penjelasannya, Purbaya menegaskan informasi tersebut tidak akurat karena berasal dari pemahaman yang keliru terhadap posisi Saldo Anggaran Lebih (SAL). Ia menyebutkan, total SAL pemerintah masih berada di kisaran Rp400 triliun dan tidak mengalami gangguan.
Menurutnya, angka Rp120 triliun muncul dari asumsi yang salah, yakni dengan mengurangkan total SAL sekitar Rp420 triliun dengan dana Rp300 triliun yang ditempatkan di perbankan. Padahal, dana yang ditempatkan tersebut tetap merupakan milik pemerintah dan bisa digunakan kapan saja.
Purbaya menjelaskan, penempatan dana di perbankan merupakan bagian dari strategi pengelolaan kas negara untuk menjaga likuiditas sistem keuangan. Dana tersebut ditempatkan dalam instrumen deposito on call sehingga dapat ditarik sewaktu-waktu jika dibutuhkan.
Ia menegaskan, pengelolaan kas negara dilakukan secara hati-hati dan terukur guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan negara dan stabilitas ekonomi. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam memenuhi kewajiban belanja.
Sebelumnya, Menkeu juga mengakui bahwa pemerintah saat ini menghadapi ketidakpastian global dan menjalankan strategi “mode bertahan” atau survival mode. Namun demikian, kondisi tersebut tidak berarti keuangan negara dalam keadaan kritis, melainkan bentuk kewaspadaan menghadapi dinamika ekonomi global.
Dengan klarifikasi ini, pemerintah memastikan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga dan isu kas negara menipis tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya. (Tim/FX)